salah satu pemateri saat perkuliahan PKD angkatan 16

ITTIHADUL MUBALLIGHIN SEMARANG JAWA TENGAH merupakan sebuah lembaga pelatihan kader dai (PKD) profesional yang bernaung pada ITTIHADUL MUBALLIGHIN ( PERSATUAN MUBALLIGH INDONESIA). Ittihadul Muballighin Semarang bertempat di jalan Kaligawe Raya komplek Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Ittihadul Muballighin Semarang memberikan pelatihan yang dibimbing oleh mentor berpengalaman sesuai bidangnya. Waktu pembelajaran setiap pekan satu kali dari pagi pukul 8 wib hingga pukul 14.00 wib. pertemuan kurang lebih sebanyak 10 kali. Siswa diberikan materi baik teori maupun praktek langsung di kelas sehingga lulusannya nanti diharapkan mampu berdakwah yang baik menyesuaikan era kekinian dan berwawasan global.  Mendapat dukungan penuh dari RS Islam Sultan Agung sehingga tempat belajar mengajar nyaman. Lokasi di pinggir jalan utama propinsi (pantura) dekat terminal terboyo sehingga mudah diakses berbagai macam alat transportasi. Biaya pendidikan ringan dan lulusan mendapat sertifikat. informasi lebih jauh silahkan hubungi pengurus:
Ustad Khoirul Amin, S.Ag (081 325 706 705)
Ustad Burhan                       (081 327 615 585)
Ustad Arif                            (085 640 486 597)



Berdirinya Ittihadul Muballighin Semarang Jawa Tengah ini tidak terlepas dari induknya yakni Ittihadul Muballighin Indonesia. Sejarah Ittihadul Muballighin Indonesia sendiri cukup panjang dalam misinya menciptakan kader dakwah di Nusantara. Didirikan oleh KH. ACHMAD SJAICHU Pada tanggal 27 Ramadhan 1398 H, atau bertepatan dengan tanggal 31 Agustus 1978. Bermula dari HTMI (Hai’ah Ta’miril Masajid Indonesia) Badan Otonom PBNU yang diketuai oleh KH. Achmad Sjaichu, mengadakan penataran muballigh di Pondok Pesantren At-Thahiriyah, Jakarta Selatan, yang diikuti sekitar 100 orang peserta. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, dan ada yang datang dari Singapura.

KH. Achmad Sjaichu merasa sangat penting membinaan muballigh secara intensif, serta memberikan naungan atau organisasi bagi para muballligh. Maka di akhir pertemuan, para muballigh yang hadir menyepakati dibentuknya sebuah lembaga dakwah independen yang diberi nama Ittihadul Muballighin (Persatuan para Muballigh). H. Achmad Sjaichu secara aklamasi ditunjuk sebagai pemimpinnya.

Ittihadul Muballighin Janub Sarqi Asia tidak berjalan mulus. Sementara Ittihadul Muballighin tingkat Nasional (Indonesia) berjalan dengan baik dan banyak melaku-kan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan da’wah dalam artian yang luas.

Visi Ittihadul Muballighin yakni Terlaksananya ajaran Islam dengan sebaik-baiknya. Sememtara Misinya adalah Terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi oleh Allah SWT, sesuai dengan tujuan Negara Republik Indonesia yang berfalsafah Pancasila.

Dalam rangka mewujudkan tujuannya, ITTIHAD (singkatan dari Ittihadul Muballihgin) berusaha :
1. Menyebarkan agama Islam dengan penuh hikmah dan bijaksana sesuai dengan contoh yang digariskan oleh Rasulullah SAW.
2. Meningkatkan mutu dan pernanan insan da’wah, para Muballigh, Imam dan Khotib serta pencinta Islam lainnya.
3. Melaksanakan usaha-usaha pembinaan, perbaikan, dan peningkatan di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kesehatan, ekonomi dan sosial kemasyarakatan yang bermanfaat bagi Agama, Bangsa dan Negara.
4. Membina dan meningkatkan ukhuwah basyariah.
5. Mendorong dan membina kaum muslimat dalam segala bidang keagamaan, khususnya yang berkaitan dengan kerumahtanggaan dan pendidikan keluarga yang Islami.
6. Dalam rangka melaksanakan usaha-usaha tersebut diatas, ITTIHAD dapat mendirikan dan atau turut mendirikan usaha atau lembaga lain yang tidak bertentangansi dengan Undang-Undang atau ketentuan dan peraturan yang berlaku. 

Sumber referensi: