Setiap manusia wajib menuntut ilmu mulai sejak lahir hingga ke liang lahat. Orang barat menyebutnya “Long Life Education” pendidikan seumur hidup.  Menuntut ilmu bisa melalui jalur pendidikan formal, informal, maupun non formal.
Setiap peserta didik atau santri harus mengetahui syarat-syarat apa yang harus diketahui dan hurus dilakukan oleh peserta didik atau santri agar sukses menuntut ilmu? Ada beberapa syarat dalam menuntut ilmu sebagaimana telah dijelaskan dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim yang ditulis oleh imam al-Zarnuji, beliau menulis syarat-syarat menuntut ilmu itu ada 6 yaitu:
1.      Cerdas
Orang yang menuntut ilmu harus cerdas yakni sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti dan sebagainya); tajam pikiran. Orang cerdas tidak terpaku pada teori namun lebih terhadap pemahaman terhadap konsep. Mereka lebih mengandalkan pikiran kritis dan pengalaman. Secara emosional, orang cerdas cenderung lebih stabil emosinya dibanding orang pintar.   
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, salah satu arti kata pintar adalah pandai, cakap. Jadi orang pintar mampu mencerna apapun dengan sempurna sehingga memiliki pengetahuan yang luas. Selain itu orang pintar biasanya hanya bisa menjawab hal-hal yang dipelajarinya, dan terpaku pada hafalan bukan pengertian.    
2.      Semangat
Peserta didik harus semangat dalam meuntut ilmu. Mereka tidak boleh mudah putus asa. Berdasarkan penelitian bahwa seseorang akan benar-benar menguasai sesuatu apabila ada rasa semangat terhadap sesuatu yang ia kerjakan. Oleh karena itu peserta didik harus semangat terhadap pelajaran yang yang diajarkan oleh guru karena syarat penting agar ilmu yang dipelajari bisa cepat masuk keotak dan kelak bisa menjadi ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat.
3.      Sabar
Menuntut ilmu memang harus sabar yakni tabah, tahan menghadapi cobaan, hal ini dikarenakan orang yang menuntut ilmu itu akan menghadapi berbagai macam gangguan dan rintangan. Seseorang tidak akan berhasil mendapatkan ilmu kecuali dengan penuh semangat dan kesabaran misalnya ketika menghafalkan ilmu, memahami ilmu, menghadiri majlis ilmu, dan memperhatikan penjelasan dari guru.
4.      Biaya
Menuntut ilmu memang membutuhkan biaya, tidak mungkin menuntut ilmu tanpa biaya. Hal ini sesuai ungkapan dalam bahasa Jawa “Jer basuki mawa beya” memiliki arti bahwa untuk mendapatkan apa yang dicita-citakan (keselamatan, kebahagiaan, kesuksesan hidup) senantiasa memerlukan biaya maupun pengorbanan secukupnya. Para penuntut ilmu walaupun dengan segala kekurangan biaya pasti bisa menyelesaikan  pendidikan. Karena pasti akan ada jalan lain selama manusia mau berusaha dan yakin terhadap kekuasaan dan pertolongan Allah.
5.      Petunjuk guru
Sebagai penuntut ilmu harus berusaha secara maksimal untuk mendapatkan petunjuk guru, gurulah yang memberikan ilmu, mengarahkan, dan membina peserta didik ke arah yang lebih baik,  terlebih dalam belajar ilmu agama. Karena tanpa petunjuk guru bisa menjadi bahaya jika salah dalam memahami suatu teks bacaan dan bisa menjadikan tersesat. Dikarenakan begitu pentingnya petunjuk guru, maka sebagai peserta didik hendaklah bersikap sopan dan taat guru. 
6.      Waktu yang lama
Syarat yang terakhir dalam menuntut ilmu butuh waktu yang lama karena ilmu yang sangat luas dan tidak memiliki akhir maka sudah barang tentu membutuhkan waktu yang lama. Menyelesaikan pendidikan itu sampai tuntas, jangan sampai berhenti ditengah jalan. Kalau ingin menjadi guru berarti harus  melalui PAUD, TK, SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi.